Guru Besar Teknik UI Kenalkan Teknologi Serbuk untuk Manufaktur Berkelanjutan

Depok (Suluh Rakyat) – Guru Besar Tetap dalam Bidang Teknik Manufaktur untuk Material Maju Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI) Prof. Sugeng Supriadi, S.T., MS.Eng., Ph.D memperkenalkan teknologi berbasis serbuk untuk industri manufaktur yang berkelanjutan.

Dikutip dari Antara, Kamis (6/3/2025), Prof. Sugeng menyebutkan teknologi serbuk dapat mendukung industri manufaktur yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

“Teknologi tersebut mencakup berbagai metode, seperti Powder Metallurgy, Metal Injection Molding, dan Metal Additive Manufacturing yang memungkinkan produksi massal dengan produk custom berkualitas tinggi,” katanya.

Dengan efisiensi bahan baku hingga 95 persen dan pengurangan konsumsi energi yang signifikan, teknologi ini diharapkan menjadi fondasi manufaktur berkelanjutan.

Teknologi manufaktur untuk material logam terdiri atas teknik pengecoran, teknik pembentukan mekanis, dan teknik metalurgi serbuk.

Untuk produksi massal, kecepatan produksi yang tinggi dapat dicapai dengan proses mencetak. Material serbuk dari material logam yang sulit diproses dengan pengecoran dan teknik mekanik, dapat difabrikasi melalui teknik metalurgi serbuk.

Ia menjelaskan, pada teknik ini material serbuk dicampur dengan bahan pengikat untuk dilakukan pencetakan melalui proses press, slip casting/laminate, dan injeksi dalam cetakan. Selanjutnya, material dipadatkan dan dikuatkan dengan pemanasan pada suhu tinggi.

Metode Powder Metallurgy (PM) dan Metal Injection Molding (MIM) pada teknologi serbuk dirancang untuk mendukung produksi massal dengan efisiensi tinggi. Proses PM memungkinkan produksi komponen sederhana hingga kompleks dengan limbah yang minimal. Sementara itu, MIM memungkinkan pembuatan komponen presisi tinggi, seperti roda gigi, turbocharger, dan perangkat medis dengan skala besar.

Lebih lanjut ia mengatakan kolaborasi UI dan PT Pindad berhasil mengembangkan komponen presisi menggunakan MIM, memperkuat daya saing industri nasional, dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Di sisi lain, Metal Additive Manufacturing (MAM) mendukung produksi custom lebih fleksibel. Teknologi ini memungkinkan pembuatan komponen fungsional secara langsung dari model digital dengan geometri yang rumit.

Aplikasi metode ini dilakukan FTUI bersama Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Kedokteran UI dalam pengembangan implan tulang berbasis serbuk magnesium yang dapat terurai secara alami setelah masa penyembuhan.

Selain itu, kolaborasi dengan para dokter dari Departemen Ortopedi FKUI juga menghasilkan prostehis Lumbo-sacrum iliac (LSI) dan Mega Prosthesis Distal Femur (MPDF) yang menjadi solusi bagi pasien kanker tulang.

Menurut Prof. Sugeng, untuk mendukung penerapan teknologi serbuk, UI mengembangkan teknologi gas atomisasi dan plasma atomisasi yang mampu memproduksi serbuk logam berkualitas tinggi secara mandiri.

Dengan begitu, Indonesia diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku serta membuka peluang sebagai pemasok serbuk logam di Asia Tenggara.

Kemandirian dalam produksi serbuk logam ini juga mendukung industri pengecoran untuk bisa menghasilkan serbuk logam berkualitas untuk meningkatkan daya saing.

“Teknologi serbuk tidak hanya berfokus pada efisiensi bahan dan energi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan. Proses re-manufacturing menggunakan teknologi serbuk memungkinkan perbaikan komponen bernilai tinggi tanpa harus memproduksi ulang dari awal. Ini juga mendukung konsep ekonomi sirkular dengan memperpanjang umur pakai produk sekaligus mengurangi limbah industri,” ujar Prof. Sugeng. (*)

Terkait

HMI MPO Mataram Minta MGB di Evaluasi Total

Mataram (Suluhrakyat.com) – Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program prioritas pemerintah Presiden Prabowo Subianto. Program ini menjadi salah satu dari delapan misi Asta Cita, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia.…

Gerakan Lintas Aliansi Minta Adili Jokowi

Jakarta (Suluhrakyat.com) – Jokowi diyakini telah terindikasi membuat kebijakan, peraturan, pembentukan undang-undang dan pelaksanaan sejumlah proyek APBN secara otoriter, anti musyawarah, anti demokrasi, sarat KKN dan pendekatan politik sprindik terhadap…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini

Jika Purbaya Direshuffle, Prabowo Sudah Tidak Berguna Lagi

  • By eL Chan
  • November 1, 2025
  • 0
  • 251 views
Jika Purbaya Direshuffle, Prabowo Sudah Tidak Berguna Lagi

Sebuah Kereta, Cepat Korupsinya

  • By eL Chan
  • November 1, 2025
  • 0
  • 116 views
Sebuah Kereta, Cepat Korupsinya

Setahun Rezim Prabowo, Perbaikan atau Kerusakan Menahun?

  • By eL Chan
  • Oktober 24, 2025
  • 0
  • 134 views
Setahun Rezim Prabowo, Perbaikan atau Kerusakan Menahun?

Purbaya Berdaya, Menggempur Tipu Daya dan Politik Sandera

  • By eL Chan
  • Oktober 23, 2025
  • 0
  • 126 views
Purbaya Berdaya, Menggempur Tipu Daya dan Politik Sandera

Refleksi Kaum Pesantren yang Umumnya Buta Apa Itu Kapital, Bagaimana Kapital Dikumpulkan, Bagaimana Kapital Dioperasikan, dan Bagaimana Dampak Kapital dalam Mengeksploitasi Alam, Manusia dan Sejarah

Refleksi Kaum Pesantren yang Umumnya Buta Apa Itu Kapital, Bagaimana Kapital Dikumpulkan, Bagaimana Kapital Dioperasikan, dan Bagaimana Dampak Kapital dalam Mengeksploitasi Alam, Manusia dan Sejarah

Klasifikasi Kehidupan Sosial

Klasifikasi Kehidupan Sosial

Sampai Kapan Rakyat Kapok jadi Ternak Para Penguasa?

Sampai Kapan Rakyat Kapok jadi Ternak Para Penguasa?

Jokowi dan Skandal Ijazah Berjamaah

  • By eL Chan
  • Oktober 16, 2025
  • 0
  • 134 views
Jokowi dan Skandal Ijazah Berjamaah

Quo Vadis Jalur Gaza Setelah Todongan Perdamaian dari Trump untuk Hamas

Quo Vadis Jalur Gaza Setelah Todongan Perdamaian dari Trump untuk Hamas

Andaikan Aku Seorang Palestina-Jalur Gaza

Andaikan Aku Seorang Palestina-Jalur Gaza

Budaya Kita Musyawarah, Mengapa Pilpres Mesti One Man One Vote

Budaya Kita Musyawarah, Mengapa Pilpres Mesti One Man One Vote

Sistem MPR RI adalah Sistem Komunis?

Sistem MPR RI adalah Sistem Komunis?

Tidak Ada Istilah Kata Kita, Yang Ada Istilah Kami

Tidak Ada Istilah Kata Kita, Yang Ada Istilah Kami

Ganti Kapolri, Awal Reformasi Polri

  • By eL Chan
  • Oktober 9, 2025
  • 0
  • 268 views
Ganti Kapolri, Awal Reformasi Polri

Mau Kemana Reformasi Polri?

Mau Kemana Reformasi Polri?

Mayor Matnuin Hasibuan: Pendiri TKR Laut dan Pejuang Kemerdekaan di Bekasi yang Jarang Diketahui

Mayor Matnuin Hasibuan: Pendiri TKR Laut dan Pejuang Kemerdekaan di Bekasi yang Jarang Diketahui

Cara Perpikir Menkeu Baru Brilian Namun Perlu Keep Calm

Cara Perpikir Menkeu Baru Brilian Namun Perlu Keep Calm

UI, UGM, ITB: Tiga DNA Ekonomi Indonesia

UI, UGM, ITB: Tiga DNA Ekonomi Indonesia

Menakar Untung Rugi Sorbonne University Keluar dari Peringkat THE

Menakar Untung Rugi Sorbonne University Keluar dari Peringkat THE

Bahlil, Diserang Buzzer Jahat?

Bahlil, Diserang Buzzer Jahat?