Oplos Theory dalam Pertamina

Oleh: Salamuddin Daeng, Pegiat Ekonomi.

Belakangan ini muncul perdebatan apa bendanya oplos dengan blending. Perdebatan ini muncul setelah Kejaksaan Agung berbantah-bantahan dengan Pertamina mengenai status barang bukti ron 90 impor yang diubah oleh Pertamina menjadi ron 92.

Menurut KBBI, oplos berarti mencampur atau campuran. Penjelasan Oplos adalah kata kerja, yang berarti “mencampur”, misalnya mencampur obat, cat, atau beras oplosan adalah kata benda, yang berarti hasil mengoplos, campuran, atau larutan.

Sedangkan Blending, berasal dari bahasa Inggris. Arti kata “Blending”: Mencampur, Menggabungkan, Pencampuran, Penggabungan. Menurut KBBI, kata “Blending”, yang berarti “mencampur atau menggabungkan”. Contoh penggunaan kata “Blending”: Blending BBM adalah proses pencampuran dua atau lebih jenis bahan bakar minyak dengan karakteristik berbeda untuk menghasilkan BBM dengan spesifikasi tertentu.

Dua-duanya sebenarnya sama, mencampur dua jenis atau lebih, sehingga menjadi sesuatu yang diinginkan. Oplos maupun blending dimaksudkan mengubah sesuatu menjadi sesuatu yang lain. Pada umumnya dilakukan dalam rangka menaikkan nilai ekonomi barang yang di dioplos atau blending atau tersebut.

Dalam kasus perbuatan pidana melawan hukum yang dilakukan pejabat Pertamina, dengan jalan ceritanya dimulai dari Impor BBM ron 90 (Pertalite) sebagaimana yang ditugaskan pemerintah. Kemudian diubah atau dioplos atau di blending sebagian oleh Pertamina menjadi ron 92 (Pertamax). Menurut, Kejaksaan Agung hal ini tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Sekelompok pejabat Pertamina ditangkap dengan tuduhan korupsi. Bagaimana tuduhan korupsi terjadi? Bagaimana oplos dinyatakan sebagai korupsi? Ron 90 atau Pertalite adalah BBM yang diberikan kompensasi oleh pemerintah. Kompensasi adalah ganti uang yang diberikan oleh pemerintah atas selisih harga ron 90 yang dijual Pertamina dengan harga pasar ron 90. Kompensasi pertalite per liter rata-rata 2000 rupiah. Pemerintah membayar pertalite senilai 2000 rupiah setiap liter pertalite yang terjual. Namanya bukan subsidi, tapi kompensasi dari APBN kepada Pertamina.

Lalu korupsinya dimana? Dengan skema kompensasi ron 90, maka seluruh Impor ron 90 diberikan kompensasi negara. Nah, apa yang terjadi? Sebagian ron 90 ternyata diubah menjadi Pertamax. Tapi tagihan kompensasinya 100 % kepada negara. Disinilah korupsi pertama terjadi.

Tidak sampai disitu korupsi kedua berlanjut. Pertamax atau BBM ron 92 yang dihasilkan dari oplosan atau blending Pertalite atau ron 90, menjadi barang gelap. Barang yang tidak jelas asal-usulnya. Agar ron 92 hasil oplosan ini menjadi legal maka perlu dibuat dokumen fiktif, yakni dokumen transaksi impor ron 92. Maka dengan demikian biaya impor fiktif ini bisa ditagih ke bagian keuangan Pertamina.

Kasus ini memang salah satu kasus yang paling canggih mengenai cara mencuri uang Pertamina dan uang Negara dari titik Impor sampai ke pengoplosan dan penjualan. Koruptornya dapat berkali-kali dalam seluruh rantai suplai BBM dari impor, pengaspalan, sampai ke depo tempat pengoplosan atau blending terjadi. Modus nya juga lengkap transaksi fiktif, dokumen fiktif, barang oplosan, tapi hasilnya cuan yang sangat besar. Negara dirugikan 193 triliun rupiah setiap tahun. Nilai itu tidak mungkin ditampung oleh oknum sekelas karyawan pertamina. Uang sebanyak itu hanya bisa dilahap oleh bandit besar, bandit di atas bandit, mafia di atas mafia.

Sejarah Oplos

Pertamina adalah perusahaan paling tua di dunia dalam urusan minyak. Kilang Pertamina adalah kilang pertama di dunia yang membuat bahan bakar minyak. Jadi, Pertamina itu perusahaan kelas atas, bukan perusahaan kelas blending atau kelas oplosan.

Pertamina adalah perusahaan tempat belajar banyak perusahaan minyak dunia. Karena, kualitas crude dan selanjutnya BBM terbaik di dunia telah dihasilkan oleh perusahaan hulu dan oleh kilang-kilang milik Pertamina. Dalam persoalan menghasilkan BBM Pertamian adalah yang nomor satu di dunia. Sejarahnya demikian.

Lalu bagaimana Pertamina berubah menjadi perusahaan kelas oplosan? Siapa yang membawa teori ini, siapa yang punya ide mengoplos minyak di Pertamina? Ini perlu riset mendalam, karena pertamina tidak memiliki tradisi oplos sejak zaman Belanda sampai dengan Soeharto berhenti jadi Presiden, Pertamina bukan kelas oplos.

Dulu minyak terbaik di dunia di Minas terhubung dengan kilang Pertamina tempat minyak diolah di Pangkalan Brandan diangkut ke seluruh dunia. Begitulah minyak di seluruh wilayah Indonesia yang terbaik diolah di kilang, menjadikan Pertamina adalah perusahaan terbesar di Asia di luar perusahaan Jepang di masanya.

Sekarang bagaimana Pertamina? Semua bahan bakar dioplos di Pertamina, Solar dioplos dengan sawit, Ethanol dioplos dengan Bensin dan Gas dioplos dengan Batubara melalui gasifikasi Batubara. Siapa yang membawa teori oplos ini sehingga Bensin atau ron 86, dioplos dengan Pertalite atau ron 90 dan Pertalite dioplos lagi menjadi Pertamax atau Ron 92. Kelihatanya ada yang mengajarkan ke Pertamina “Theory Oplos” selama 10 tahun terakhir. Padahal, Pertamina yang mengajarkan dunia bagaimana mencari minyak dan membuat BBM terbaik, seperti dulu Indonesia mengajarkan dunia bagaimana membuat rokok terbaik. (*)

Editor: Suparman

Terkait

Jika Purbaya Direshuffle, Prabowo Sudah Tidak Berguna Lagi

Oleh: Sholihin MS, Pemerhati Sosial dan Politik. Tekanan politik kepada Prabowo untuk mereshufle Purbaya dari kekuatan hitam (Jokowi dan genk-nya) sangat kuat, terutama setelah Purbaya menolak membayar hutang Kereta Cepat…

Sebuah Kereta, Cepat Korupsinya

Oleh: Yusuf Blegur, Ketua Umum Relawan BroNies, Mantan Presidium GMNI. “Seperti pada kebanyakan proyek infrastruktur, apapun program dan pembangunan di republik ini, selalu membonceng perangai konspirasi, manipulasi dan korupsi. Ada…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini

Jika Purbaya Direshuffle, Prabowo Sudah Tidak Berguna Lagi

  • By eL Chan
  • November 1, 2025
  • 0
  • 360 views
Jika Purbaya Direshuffle, Prabowo Sudah Tidak Berguna Lagi

Sebuah Kereta, Cepat Korupsinya

  • By eL Chan
  • November 1, 2025
  • 0
  • 217 views
Sebuah Kereta, Cepat Korupsinya

Setahun Rezim Prabowo, Perbaikan atau Kerusakan Menahun?

  • By eL Chan
  • Oktober 24, 2025
  • 0
  • 260 views
Setahun Rezim Prabowo, Perbaikan atau Kerusakan Menahun?

Purbaya Berdaya, Menggempur Tipu Daya dan Politik Sandera

  • By eL Chan
  • Oktober 23, 2025
  • 0
  • 237 views
Purbaya Berdaya, Menggempur Tipu Daya dan Politik Sandera

Refleksi Kaum Pesantren yang Umumnya Buta Apa Itu Kapital, Bagaimana Kapital Dikumpulkan, Bagaimana Kapital Dioperasikan, dan Bagaimana Dampak Kapital dalam Mengeksploitasi Alam, Manusia dan Sejarah

Refleksi Kaum Pesantren yang Umumnya Buta Apa Itu Kapital, Bagaimana Kapital Dikumpulkan, Bagaimana Kapital Dioperasikan, dan Bagaimana Dampak Kapital dalam Mengeksploitasi Alam, Manusia dan Sejarah

Klasifikasi Kehidupan Sosial

Klasifikasi Kehidupan Sosial

Sampai Kapan Rakyat Kapok jadi Ternak Para Penguasa?

Sampai Kapan Rakyat Kapok jadi Ternak Para Penguasa?

Jokowi dan Skandal Ijazah Berjamaah

  • By eL Chan
  • Oktober 16, 2025
  • 0
  • 244 views
Jokowi dan Skandal Ijazah Berjamaah

Quo Vadis Jalur Gaza Setelah Todongan Perdamaian dari Trump untuk Hamas

Quo Vadis Jalur Gaza Setelah Todongan Perdamaian dari Trump untuk Hamas

Andaikan Aku Seorang Palestina-Jalur Gaza

Andaikan Aku Seorang Palestina-Jalur Gaza

Budaya Kita Musyawarah, Mengapa Pilpres Mesti One Man One Vote

Budaya Kita Musyawarah, Mengapa Pilpres Mesti One Man One Vote

Sistem MPR RI adalah Sistem Komunis?

Sistem MPR RI adalah Sistem Komunis?

Tidak Ada Istilah Kata Kita, Yang Ada Istilah Kami

Tidak Ada Istilah Kata Kita, Yang Ada Istilah Kami

Ganti Kapolri, Awal Reformasi Polri

  • By eL Chan
  • Oktober 9, 2025
  • 0
  • 399 views
Ganti Kapolri, Awal Reformasi Polri

Mau Kemana Reformasi Polri?

Mau Kemana Reformasi Polri?

Mayor Matnuin Hasibuan: Pendiri TKR Laut dan Pejuang Kemerdekaan di Bekasi yang Jarang Diketahui

Mayor Matnuin Hasibuan: Pendiri TKR Laut dan Pejuang Kemerdekaan di Bekasi yang Jarang Diketahui

Cara Perpikir Menkeu Baru Brilian Namun Perlu Keep Calm

Cara Perpikir Menkeu Baru Brilian Namun Perlu Keep Calm

UI, UGM, ITB: Tiga DNA Ekonomi Indonesia

UI, UGM, ITB: Tiga DNA Ekonomi Indonesia

Menakar Untung Rugi Sorbonne University Keluar dari Peringkat THE

Menakar Untung Rugi Sorbonne University Keluar dari Peringkat THE

Bahlil, Diserang Buzzer Jahat?

Bahlil, Diserang Buzzer Jahat?