Jakarta (Suluh Rakyat) – Ketua Umum Lingkar Nusantara Prabowo (LISAN Prabowo) Hendarsam Marantoko mengapresiasi berbagai langkah progresif dan pencapaian pemerintah dalam kebijakan swasembada pangan. Per Januari-April 2025 Indonesia telah mencapai surplus pangan sampai tahun 2026.
Pencapaian itu tak lepas dari peran Pemerintah yang melakukan berbagai terobosan kebijakan dalam mempercepat swasembada pangan. Pemerintah juga mendorong meningkatkan kesejahteraan petani dengan menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) terhadap gabah sebesar Rp. 6.500 per kilogram, memotong mata rantai tengkulak, perluasan lahan tanam seluas 4 juta hektar, hingga peluncuran program Gerakan Indonesia Menanam (Gerina).
“Per Januari-April 2025 saja, kebijakan swasembada kita sudah menunjukan progres yang luar biasa. Ini semua patut kita apresiasi. Pemerintahan Presiden Prabowo sangat serius dengan komitmen menjadikan Indonesia swasembada pangan. Dalam waktu dekat kita akan segera mencapainya,” ungkap Hendarsam dalam keterangannya pada Rabu, 30 April 2024 dalam keterangannya.
Menurut Hendarsam, Presiden Prabowo telah sukses membawa pencapaian yang membanggakan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi gabah kering giling (GKG) sepanjang Januari-April 2025 telah mencapai 24,22 juta ton, menghasilkan 13,95 juta ton beras. Sementara kebutuhan konsumsi dalam negeri hanya berkisar 10,37 juta ton.
Dengan hasil yang memuaskan ini, kata Hendarsam, Indonesia menikmati surplus produksi sampai 2026, sehingga tak ada lagi impor beras dari negara lain.
“Swasembada pangan sudah di depan mata. Itu artinya kita akan menjadi negara yang berdikari pada aspek pangan, dan tentu saja kita akan berdikari juga pada bidang lainnya. Ketika kita berdikari, maka akan memperkokoh fondasi kita sebagai negara berdaulat. Ketika sudah sangat kokoh fondasi berdikari dan berdaulat, maka kita akan menjadi negara adidaya dan maju. Itu filosofi Presiden Prabowo,” pungkasnya.
Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan dengan cepat dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
Menurut Hendarsam, target Indonesia Swasembada dalam kurun tiga hingga empat tahun akan tercapai mengingat kesuksesan pemerintah di bidang pertanian saat ini telah menunjukkan hasil yang sangat membanggakan.
“Ya, sangat optimis dong, target tiga hingga empat tahun kita swasembada pangan itu sangat realistis. Saat ini saja kita sudah surplus beras. Pemerintah telah bekerja jauh lebih cepat dari yang dibayangkan. Swasembada pangan jelas sudah di depan mata,” ujarnya.
Ketua Umum Lisan Prabowo itu juga menilai, kebijakan pemerintah dalam mendorong swasembada pangan menempatkan petani sebagai produsen yang selalu diperhatikan. Sehingga bukan saja swasembada pangan yang dicapai, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan petani dengan menaikkan harga beli dari petani hingga memberikan ragam bantuan kemudahan lainnya.
“Pak Presiden Prabowo sangat tegas keberpihakannya pada petani. Target kita swasembada pangan bisa cepat tercapai, swasembada yang senafas dengan meningkatnya kesejahteraan bagi para petani. Swasembada dan kesejahteraan petani berjalan beriringan. Itu yang selalu ditekankan oleh presiden Prabowo,” tegasnya.
Selain itu, menurut Hendarsam akan banyak pihak yang tidak suka melihat Indonesia swasembada. Karena jika Indonesia swasembada maka Indonesia menjadi negara besar dan maju.
“Swasembada pangan ini menyangkut kedaulatan, kebijakan ini sangat mendasar dan filosofis. Tentunya banyak pihak yang tidak senang kita swasembada, terutama asing dan kaki tangannya. Kita sangat optimis pemerintahan Prabowo akan mewujudkan swasembada pangan,” tutup Hendarsam.
















