Mataram (Suluh Rakyat) – Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelemat Organisasi (HMI MPO) Cabang Mataram menuntut keadilan untuk petani jagung di depan gedung DPRD NTB pada Jum’at (2/5/25) berujung represif pihak kepolisian mendapat respon dari BEM Nusantara.
Menurut BEM Nusantara, aksi demonstrasi ini sebagai wujud komitmen yang kokoh kader HMI MPO Mataram terhadap sejumlah persoalan yang mencekik petani, salah satunya soal harga jagung yang diserap dengan harga murah.
“Aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa dan aktivis HMI MPO Cabang Mataram mestinya didukung dan dikawal total oleh aparat kepolisian di wilayah hukum Polda NTB, karena mereka adalah corong alternatif terakhir ditengah diamnya wakil rakyat atas segudang persoalan yang mencekik petani,” ujar Risky Ady Putra, Sekertaris Daerah BEM Nusantara NTB, dalam keterangannya, pada Minggu (4/5/2025).
Risky Ady Putra menambahkan, tindakan Represif APH terhadap Kader HMI MPO Mataram sudah diluar batas dan sungguh tidak berprikemanusiaan.
“Kami mengecam keras tindakan represif APH, Kapolda NTB tak boleh berdiam diri, segera mengambil sikap dan bertanggung jawab atas tindakan anggotanya yang mencoreng nama baik institusi kepolisian. Jika dalam waktu dekat insiden ini tidak tidak disikapi secara serius maka Kami dari BEM NUSANTARA NTB akan melakukan konsolidasi besar-besaran menuntut Kapolri untuk mencopot Kapolda NTB,” pungkasnya.
















