Indonesia, Geopolitik-Ekonomi dan Problem Korupsi Permanen

Oleh: Bhre Wira, Pegiat Sosial.

Ketika Orde Baru berkonsolidasi pada 1971, isu Tarumateks milik Liem Soei Liong mendapatkan order besar dari Orde Baru, Bank Ramayana dan fenomena percukongan diangkat oleh Jusuf Wibisono di majalah Kiblat, no.20 th.1971 hlm 5. Jusuf Wibisono merupakan veteran politisi Masyumi terkemuka. Saat itu, Mayjend Suryo, aspri Presiden Soeharto, tampak mengawal betul eksistensi pengusaha-pengusaha di bawah proteksi kekuasaan saat itu. Proteksi, lisensi, fasilitasi dan perlakuan khusus lainnya yang diberikan oleh penguasa pada grup-grup bisnis tertentu merupakan fondasi bagi struktur korupsi di Indonesia. Gejala ini hanya diteruskan dari kelaziman VOC, Belanda dan kekuasaan setelah Indonesia merdeka. Jadi jika kita membaca fenomena korupsi saat ini, baik yang kini terbuka pada kasus tambang nikel di Raja Ampat berupa korupsi pengrusakan lingkungan, dapat diperkirakan bahwa perusahaan-perusahaan yang beroperasi di lokasi tersebut, seperti PT. Gag, musti memiliki hubungan khusus dengan jaringan kekuasaan dalam rangka jaminan proteksi dan kemudahan-kemudahan lainnya.

Sebenarnya, jika kita cermati, bahwa kondisi korupsi di Indonesia yang sudah lama nyaris mengakar dan terstruktur sejak Orde Baru bahkan sejak Orde Lama, kita harus melihatnya dari perspektif yang lebih luas dan berdimensi geopolitik-ekonomi.

Indonesia secara geopolitik-ekonomi dibentuk dan ditentukan boleh Amerika Serikat di masa lalu setelah kemenangan Ametika membendung ekspansi komunisme di Asia Tenggara.

Indonesia, ditempatkan sebagai sumber bahan baku, logistik dan pasar yang menguntungkan, namun dijaga sedemikian rupa agar tetap lemah dan tergantung. Sementara Singapura ditempatkan sebagai pusat akomodasi, pasokan (supply chain) guna dialirkan ke seluruh dunia. Keberadaan Singapura bergantung pada status Indonesia sebagai pusat bahan baku dan pasar dengan kondisi struktur sosial ekonominya yang diupayakan senantiasa timpang guna mengamankan keberadaan elit-elit ekonomi dan politik untuk berkuasa secara permanen sekaligus menguntungkan bagi struktur kapitalisme global.

Dengan demikian, fenomena korupsi di Indonesia, memang dikehendaki oleh jaringan kapitalisme global sekaligus dikehendaki oleh elit-elit lokal yang berkuasa. Struktur korupsi mungkin akan berguncang dan roboh jika pergeseran geopolitik-ekonomi internasional terjadi. Sebab keadaan korupsi memang dimaksudkan untuk modus operandi kekuasaan segelintir elit di Indonesia yang diatur oleh jaringan kapitalisme global.

Sekarang setelah China muncul menantang pengaruh Amerika, persaingan untuk memperebutkan jaringan ekonomi dan politik di Indonesia akan berlangsung ketat di tengah kebutaan masyarakat atas fenomena ini.

Mungkin fenomena korupsi lingkungan oleh pertambangan di Raja Ampat merupakan persaingan yang samar-samar antara China dan Amerika dalam menguasai sumber-sumber bahan baku di Indonesia. Kesimpulannya, status Indonesia masih tetap sebagai negara pemasok bahan baku untuk dunia dan sekaligus pasar, dengan demikian korupsi masih tetap akan merajalela. Hanya nama orang dan tampangnya saja yang berubah. Selamat berkorupsi ria sampai negara Indonesia tutup buku.

Terkait

Jika Purbaya Direshuffle, Prabowo Sudah Tidak Berguna Lagi

Oleh: Sholihin MS, Pemerhati Sosial dan Politik. Tekanan politik kepada Prabowo untuk mereshufle Purbaya dari kekuatan hitam (Jokowi dan genk-nya) sangat kuat, terutama setelah Purbaya menolak membayar hutang Kereta Cepat…

Sebuah Kereta, Cepat Korupsinya

Oleh: Yusuf Blegur, Ketua Umum Relawan BroNies, Mantan Presidium GMNI. “Seperti pada kebanyakan proyek infrastruktur, apapun program dan pembangunan di republik ini, selalu membonceng perangai konspirasi, manipulasi dan korupsi. Ada…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini

Jika Purbaya Direshuffle, Prabowo Sudah Tidak Berguna Lagi

  • By eL Chan
  • November 1, 2025
  • 0
  • 251 views
Jika Purbaya Direshuffle, Prabowo Sudah Tidak Berguna Lagi

Sebuah Kereta, Cepat Korupsinya

  • By eL Chan
  • November 1, 2025
  • 0
  • 116 views
Sebuah Kereta, Cepat Korupsinya

Setahun Rezim Prabowo, Perbaikan atau Kerusakan Menahun?

  • By eL Chan
  • Oktober 24, 2025
  • 0
  • 134 views
Setahun Rezim Prabowo, Perbaikan atau Kerusakan Menahun?

Purbaya Berdaya, Menggempur Tipu Daya dan Politik Sandera

  • By eL Chan
  • Oktober 23, 2025
  • 0
  • 126 views
Purbaya Berdaya, Menggempur Tipu Daya dan Politik Sandera

Refleksi Kaum Pesantren yang Umumnya Buta Apa Itu Kapital, Bagaimana Kapital Dikumpulkan, Bagaimana Kapital Dioperasikan, dan Bagaimana Dampak Kapital dalam Mengeksploitasi Alam, Manusia dan Sejarah

Refleksi Kaum Pesantren yang Umumnya Buta Apa Itu Kapital, Bagaimana Kapital Dikumpulkan, Bagaimana Kapital Dioperasikan, dan Bagaimana Dampak Kapital dalam Mengeksploitasi Alam, Manusia dan Sejarah

Klasifikasi Kehidupan Sosial

Klasifikasi Kehidupan Sosial

Sampai Kapan Rakyat Kapok jadi Ternak Para Penguasa?

Sampai Kapan Rakyat Kapok jadi Ternak Para Penguasa?

Jokowi dan Skandal Ijazah Berjamaah

  • By eL Chan
  • Oktober 16, 2025
  • 0
  • 134 views
Jokowi dan Skandal Ijazah Berjamaah

Quo Vadis Jalur Gaza Setelah Todongan Perdamaian dari Trump untuk Hamas

Quo Vadis Jalur Gaza Setelah Todongan Perdamaian dari Trump untuk Hamas

Andaikan Aku Seorang Palestina-Jalur Gaza

Andaikan Aku Seorang Palestina-Jalur Gaza

Budaya Kita Musyawarah, Mengapa Pilpres Mesti One Man One Vote

Budaya Kita Musyawarah, Mengapa Pilpres Mesti One Man One Vote

Sistem MPR RI adalah Sistem Komunis?

Sistem MPR RI adalah Sistem Komunis?

Tidak Ada Istilah Kata Kita, Yang Ada Istilah Kami

Tidak Ada Istilah Kata Kita, Yang Ada Istilah Kami

Ganti Kapolri, Awal Reformasi Polri

  • By eL Chan
  • Oktober 9, 2025
  • 0
  • 268 views
Ganti Kapolri, Awal Reformasi Polri

Mau Kemana Reformasi Polri?

Mau Kemana Reformasi Polri?

Mayor Matnuin Hasibuan: Pendiri TKR Laut dan Pejuang Kemerdekaan di Bekasi yang Jarang Diketahui

Mayor Matnuin Hasibuan: Pendiri TKR Laut dan Pejuang Kemerdekaan di Bekasi yang Jarang Diketahui

Cara Perpikir Menkeu Baru Brilian Namun Perlu Keep Calm

Cara Perpikir Menkeu Baru Brilian Namun Perlu Keep Calm

UI, UGM, ITB: Tiga DNA Ekonomi Indonesia

UI, UGM, ITB: Tiga DNA Ekonomi Indonesia

Menakar Untung Rugi Sorbonne University Keluar dari Peringkat THE

Menakar Untung Rugi Sorbonne University Keluar dari Peringkat THE

Bahlil, Diserang Buzzer Jahat?

Bahlil, Diserang Buzzer Jahat?