Jalan Tani: Antara Kepentingan Rakyat dan Konspirasi Mafia Dana Desa Taloko

Oleh: Dirman, Pemuda Taloko.

Pertama, penting untuk dipahami bahwa tulisan ini bukan untuk mengganggu pelaksanaan pembangunan desa, tetapi kita anggap sebagai simpel puncak reflektif bersama dalam kerangka mengukur progres kepemimpinan Kasim Ja’e dengan seluruh perangkatnya yang sudah berjalan hampir 6 tahun, karena ada penambahan masa Jabatan Kepala Desa menjadi 8 tahun, berdasarkan legitimasi UU Nomor 3 tahun 2024 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.

Kita tidak sedang ingin mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur desa untuk peningkatan ekonomi masyarakat itu kurang penting, tetapi program fisik/infrastruktur sudah menjadi program wajib setiap tahun di Desa Taloko Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan ironisnya peningkatan Jalan Tani sama titik lokasinya dengan tahun-tahun sebelumnya, ini artinya secara logika, orientasi pembangunan fisik infrastruktur tak pernah hadir untuk kebermanfaatan masyarakat desa, kualitas pekerjaan menjadi pertanyaan besar yang harus dijawab?

Contoh sederhananya, Program Fisik Saluran Irigasi Penanggulangan Banjir di Dusun Oi Lanco dengan anggaran 70 lebih juta, juga Peningkatan Jalan Tani di So Mareti dengan anggaran 100 lebih juta Tahun 2024, Kedua program itu tak kunjung diselesaikan, model pertanggung jawabannya tak jelas hingga sekarang, terkesan BPD, Camat, hingga Pemerintah Daerah tak punya taring untuk mengintervensi tatakelola desa yang diluar standar operasional, standar mutu, dalam asas demokratis Good Government. Karena itu, meminjam istilahnya Jusuf Kalla, “Pembangunan sejatinya bukan saja soal besaran Dana, bukan tentang bagaimana menyalurkannya, tetapi bagaimana melaksanakannya dengan standar yang baik dan penuh manfaat”.

Ditahun anggaran 2025 tepatnya pada pencairan tahap pertama Desa kembali memprogram kan pembangunan fisik pengerasan Jalan Tani, Program ini memicu sorotan dan kritikan tajam dari Aktivis, Pemuda, dan Masyarakat Desa. Program Pengerasan Jalan Tani tahun 2025 ini tentu menambah daftar panjang mosi ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah desa serta pelaksana suksesi Program, lantaran material yang dipakai dalam program tersebut diduga kuat tidak menjamin kualitas, jangka panjang, dan asas kebermanfaatan.

Rancangan Anggaran Biaya dan Gambar Rencana program pengerasan Jalan Tani disembunyikan, seolah itu dokumen rahasia negara. Sikap ketertutupan demikian, justru akan membuka lebar ruang gelap praktik konspirasi busuk Mafia Dana Desa. Padahal RAB adalah acuan kontrol, acuan saluran partispatif masyarakat Desa dalam rangka memastikan pembangunan berjalan dengan baik dan optimal.

Terkait

Jika Purbaya Direshuffle, Prabowo Sudah Tidak Berguna Lagi

Oleh: Sholihin MS, Pemerhati Sosial dan Politik. Tekanan politik kepada Prabowo untuk mereshufle Purbaya dari kekuatan hitam (Jokowi dan genk-nya) sangat kuat, terutama setelah Purbaya menolak membayar hutang Kereta Cepat…

Sebuah Kereta, Cepat Korupsinya

Oleh: Yusuf Blegur, Ketua Umum Relawan BroNies, Mantan Presidium GMNI. “Seperti pada kebanyakan proyek infrastruktur, apapun program dan pembangunan di republik ini, selalu membonceng perangai konspirasi, manipulasi dan korupsi. Ada…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini

Jika Purbaya Direshuffle, Prabowo Sudah Tidak Berguna Lagi

  • By eL Chan
  • November 1, 2025
  • 0
  • 360 views
Jika Purbaya Direshuffle, Prabowo Sudah Tidak Berguna Lagi

Sebuah Kereta, Cepat Korupsinya

  • By eL Chan
  • November 1, 2025
  • 0
  • 217 views
Sebuah Kereta, Cepat Korupsinya

Setahun Rezim Prabowo, Perbaikan atau Kerusakan Menahun?

  • By eL Chan
  • Oktober 24, 2025
  • 0
  • 260 views
Setahun Rezim Prabowo, Perbaikan atau Kerusakan Menahun?

Purbaya Berdaya, Menggempur Tipu Daya dan Politik Sandera

  • By eL Chan
  • Oktober 23, 2025
  • 0
  • 237 views
Purbaya Berdaya, Menggempur Tipu Daya dan Politik Sandera

Refleksi Kaum Pesantren yang Umumnya Buta Apa Itu Kapital, Bagaimana Kapital Dikumpulkan, Bagaimana Kapital Dioperasikan, dan Bagaimana Dampak Kapital dalam Mengeksploitasi Alam, Manusia dan Sejarah

Refleksi Kaum Pesantren yang Umumnya Buta Apa Itu Kapital, Bagaimana Kapital Dikumpulkan, Bagaimana Kapital Dioperasikan, dan Bagaimana Dampak Kapital dalam Mengeksploitasi Alam, Manusia dan Sejarah

Klasifikasi Kehidupan Sosial

Klasifikasi Kehidupan Sosial

Sampai Kapan Rakyat Kapok jadi Ternak Para Penguasa?

Sampai Kapan Rakyat Kapok jadi Ternak Para Penguasa?

Jokowi dan Skandal Ijazah Berjamaah

  • By eL Chan
  • Oktober 16, 2025
  • 0
  • 244 views
Jokowi dan Skandal Ijazah Berjamaah

Quo Vadis Jalur Gaza Setelah Todongan Perdamaian dari Trump untuk Hamas

Quo Vadis Jalur Gaza Setelah Todongan Perdamaian dari Trump untuk Hamas

Andaikan Aku Seorang Palestina-Jalur Gaza

Andaikan Aku Seorang Palestina-Jalur Gaza

Budaya Kita Musyawarah, Mengapa Pilpres Mesti One Man One Vote

Budaya Kita Musyawarah, Mengapa Pilpres Mesti One Man One Vote

Sistem MPR RI adalah Sistem Komunis?

Sistem MPR RI adalah Sistem Komunis?

Tidak Ada Istilah Kata Kita, Yang Ada Istilah Kami

Tidak Ada Istilah Kata Kita, Yang Ada Istilah Kami

Ganti Kapolri, Awal Reformasi Polri

  • By eL Chan
  • Oktober 9, 2025
  • 0
  • 399 views
Ganti Kapolri, Awal Reformasi Polri

Mau Kemana Reformasi Polri?

Mau Kemana Reformasi Polri?

Mayor Matnuin Hasibuan: Pendiri TKR Laut dan Pejuang Kemerdekaan di Bekasi yang Jarang Diketahui

Mayor Matnuin Hasibuan: Pendiri TKR Laut dan Pejuang Kemerdekaan di Bekasi yang Jarang Diketahui

Cara Perpikir Menkeu Baru Brilian Namun Perlu Keep Calm

Cara Perpikir Menkeu Baru Brilian Namun Perlu Keep Calm

UI, UGM, ITB: Tiga DNA Ekonomi Indonesia

UI, UGM, ITB: Tiga DNA Ekonomi Indonesia

Menakar Untung Rugi Sorbonne University Keluar dari Peringkat THE

Menakar Untung Rugi Sorbonne University Keluar dari Peringkat THE

Bahlil, Diserang Buzzer Jahat?

Bahlil, Diserang Buzzer Jahat?