Kejagung Didesak FMN Periksa Kepala UPP Kelas III Weda dan Kepala Pelabuhan Gebe

Makassar (Suluhrakyat.com) – Front Mahasiswa Nusantara (FMN) secara tegas mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk segera mengusut tuntas dugaan berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh PT. ASPROM, subkontraktor PT. MRI, di Pulau Gebe. 

Desakan ini dilayangkan menyusul temuan FMN terkait sejumlah kejanggalan dalam operasi PT. ASPROM yang disinyalir merugikan lingkungan dan masyarakat setempat, serta melanggar regulasi yang berlaku.

Ketua FMN, Azam, mengungkapkan bahwa dugaan pelanggaran ini mencakup berbagai aspek, mulai dari aktivitas pertambangan hingga penggunaan fasilitas pelabuhan yang tidak sesuai prosedur. FMN menyoroti ketiadaan sosialisasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) kepada masyarakat setempat. Padahal, sosialisasi Amdal merupakan langkah krusial untuk memastikan kegiatan industri tidak merugikan lingkungan dan masyarakat sekitar.

Selain itu, FMN juga menemukan bahwa jetty atau dermaga yang digunakan untuk pendaratan alat berat PT. ASPROM diduga belum memiliki izin dari Kementerian Perhubungan. Pelanggaran ini semakin diperparah dengan dugaan aktivitas pendaratan alat yang dilakukan di Jetty Loalo.

Berdasarkan pengaduan tanggal 10 Juli 2025, kegiatan pemuatan alat berat dan BBM di wilayah TERSUS/Jetty PT. ASPROM telah berlangsung tanpa izin operasional TERSUS. Faktanya, Jetty PT. ASPROM yang berada di wilayah kerja UPP Weda Pelabuhan Gebe belum memiliki izin operasional namun telah melakukan kegiatan pemuatan.

Azam lebih lanjut mengkhawatirkan adanya larangan bagi masyarakat yang melintas di area tersebut untuk membawa telepon genggam atau kamera oleh petugas keamanan (TNI) di lokasi. Larangan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai transparansi dan akuntabilitas kegiatan yang berlangsung di sana.

Lebih lanjut, Ketua FMN mengungkapkan dugaan bahwa PT. ASPROM telah melakukan pemuatan nikel ore tanpa izin, dengan menggunakan izin PT. SMART MARSHINDO yang masih berlaku. Jika terbukti, hal ini merupakan pelanggaran serius terhadap peraturan pertambangan yang berlaku.

Desakan kepada Kejagung untuk Penegakan Hukum

“Kami mendesak Kejagung untuk segera turun tangan dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap Kepala Syahbandar Pulau Gebe dan pihak-pihak terkait lainnya,” tegas Azam, Sabtu (12/7/25).

“Kami khawatir jika hal ini dibiarkan, akan ada kerugian yang lebih besar, baik bagi lingkungan maupun masyarakat Pulau Gebe.”

Menurut Azam, patut dan beralasan hukum untuk memeriksa orang/badan usaha yang berkegiatan dengan Kepala Kantor UPP Kelas III Weda dan Kepala Kerja Pelabuhan Gebe.

Ia menegaskan bahwa praktik-praktik tersebut patut diduga melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 66 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008, maupun Peraturan Menteri Perhubungan yang mengatur teknis perizinan Tersus/Jetty.

FMN berharap Kejagung dapat menindaklanjuti desakan ini dengan serius guna menegakkan hukum dan memastikan setiap aktivitas pertambangan di Indonesia berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. 

  • Terkait

    Polda Metro Jaya Tetapkan Kakak Kandung Ketua DPD RI Jadi DPO

    JAKARTA – Eks Gubernur Bengkulu Agusrin Maryono Najamuddin yang juga merupakan kakak kandung Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamuddin dan Raden Saleh Abdul Malik ditetapkan sebagai Daftar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Opini

    Jika Purbaya Direshuffle, Prabowo Sudah Tidak Berguna Lagi

    • By eL Chan
    • November 1, 2025
    • 0
    • 251 views
    Jika Purbaya Direshuffle, Prabowo Sudah Tidak Berguna Lagi

    Sebuah Kereta, Cepat Korupsinya

    • By eL Chan
    • November 1, 2025
    • 0
    • 116 views
    Sebuah Kereta, Cepat Korupsinya

    Setahun Rezim Prabowo, Perbaikan atau Kerusakan Menahun?

    • By eL Chan
    • Oktober 24, 2025
    • 0
    • 134 views
    Setahun Rezim Prabowo, Perbaikan atau Kerusakan Menahun?

    Purbaya Berdaya, Menggempur Tipu Daya dan Politik Sandera

    • By eL Chan
    • Oktober 23, 2025
    • 0
    • 126 views
    Purbaya Berdaya, Menggempur Tipu Daya dan Politik Sandera

    Refleksi Kaum Pesantren yang Umumnya Buta Apa Itu Kapital, Bagaimana Kapital Dikumpulkan, Bagaimana Kapital Dioperasikan, dan Bagaimana Dampak Kapital dalam Mengeksploitasi Alam, Manusia dan Sejarah

    Refleksi Kaum Pesantren yang Umumnya Buta Apa Itu Kapital, Bagaimana Kapital Dikumpulkan, Bagaimana Kapital Dioperasikan, dan Bagaimana Dampak Kapital dalam Mengeksploitasi Alam, Manusia dan Sejarah

    Klasifikasi Kehidupan Sosial

    Klasifikasi Kehidupan Sosial

    Sampai Kapan Rakyat Kapok jadi Ternak Para Penguasa?

    Sampai Kapan Rakyat Kapok jadi Ternak Para Penguasa?

    Jokowi dan Skandal Ijazah Berjamaah

    • By eL Chan
    • Oktober 16, 2025
    • 0
    • 135 views
    Jokowi dan Skandal Ijazah Berjamaah

    Quo Vadis Jalur Gaza Setelah Todongan Perdamaian dari Trump untuk Hamas

    Quo Vadis Jalur Gaza Setelah Todongan Perdamaian dari Trump untuk Hamas

    Andaikan Aku Seorang Palestina-Jalur Gaza

    Andaikan Aku Seorang Palestina-Jalur Gaza

    Budaya Kita Musyawarah, Mengapa Pilpres Mesti One Man One Vote

    Budaya Kita Musyawarah, Mengapa Pilpres Mesti One Man One Vote

    Sistem MPR RI adalah Sistem Komunis?

    Sistem MPR RI adalah Sistem Komunis?

    Tidak Ada Istilah Kata Kita, Yang Ada Istilah Kami

    Tidak Ada Istilah Kata Kita, Yang Ada Istilah Kami

    Ganti Kapolri, Awal Reformasi Polri

    • By eL Chan
    • Oktober 9, 2025
    • 0
    • 268 views
    Ganti Kapolri, Awal Reformasi Polri

    Mau Kemana Reformasi Polri?

    Mau Kemana Reformasi Polri?

    Mayor Matnuin Hasibuan: Pendiri TKR Laut dan Pejuang Kemerdekaan di Bekasi yang Jarang Diketahui

    Mayor Matnuin Hasibuan: Pendiri TKR Laut dan Pejuang Kemerdekaan di Bekasi yang Jarang Diketahui

    Cara Perpikir Menkeu Baru Brilian Namun Perlu Keep Calm

    Cara Perpikir Menkeu Baru Brilian Namun Perlu Keep Calm

    UI, UGM, ITB: Tiga DNA Ekonomi Indonesia

    UI, UGM, ITB: Tiga DNA Ekonomi Indonesia

    Menakar Untung Rugi Sorbonne University Keluar dari Peringkat THE

    Menakar Untung Rugi Sorbonne University Keluar dari Peringkat THE

    Bahlil, Diserang Buzzer Jahat?

    Bahlil, Diserang Buzzer Jahat?