Catatan Jum’at: Dakwah (Kampanye) Perubahan Pola Pikir Masyarakat di Indonesia

Oleh: Bhre Wira, Penulis Ilmu Berpikir.

Menurut Mochtar Lubis, pujangga besar Indonesia, pola pikir bangsa Indonesia mengutamakan artistik ketimbang fungsi dan subtansi. Kalau bikin rumah, bukan fungsi dan subtansinya yang diperhatikan, seperti daya tampung, keamanan, dan kenyamanan, tapi bentuk, pesona dan gayanya, yang merupakan bagian dari artistik. Pada kasus lain juga, demikian, kendaraan, pakaian, makanan, acara, seremoni, dan seterusnya.

Mungkin itulah sebabnya, kegiatan perayaan-perayaan semarak dan merajalela di Indonesia. Karena implikasi dari cara berpikir artistik, bagaimana menampilkan dan menyalurkan motivasi artistik dalam setiap kegiatan manusia.

Pola pikir bertendensi artistik ini, lebih mengedepankan bentuk, warna, dan hal-hal yang dipandang indah oleh panca indera, ketimbang memenuhi tuntutan fungsi dan subtansi. Akibatnya lagi, aspek gengsi dan subjektivitas lebih menonjol sebagai kriteria dan parameter. Dalam kelanjutannya, sebenarnya jika masyarakat makmur, pola kebiasaan penilaian semacam ini, adalah positif. Tapi realitasnya tidak semacam itu. Banyak sekali kejadian, akibat tuntutan artistik, masyarakat mempertaruhkan gaya hidupnya menjadi beresiko secara ekonomi, kalau bukan berdampak merugikan, akibat mahalnya gaya hidup artistik.

Tentunya hal ini hendaknya menjadi perhatian para dai yang berfungsi sebagai pengarah dan pembentuk isi pikiran masyarakat. Kerap sekali terjadi gaya hidup besar pasak daripada tiang akibat mengedepankan motif artistik seremonial yang diwujudkan dalam pesta-pesta, perayaan-perayaan hari besar dan kenegaraan, serta acara-acara banal lainnya. Lebih baik tekor asal kesohor, suatu adagium laten dan masyhur di Indonesia.

Kalau kita perhatikan karakterisrik Islam, memang menghindari keberlebihan dalam soal artistik ini. Islam lebih mendorong pemenuhan fungsi dan subtansi, sehingga kebersahajaan, simple, cepat, ringkas tapi efektif, merupakan aspek yang ditekankan dalam ajaran Islam. Itulah sebabnya tidak ada perayaan aneka macam dalam tradisi orisinil Islam, sampai masjid dan kuburan pun sebenarnya harusnya dibuat sederhana.

Terkait

Jika Purbaya Direshuffle, Prabowo Sudah Tidak Berguna Lagi

Oleh: Sholihin MS, Pemerhati Sosial dan Politik. Tekanan politik kepada Prabowo untuk mereshufle Purbaya dari kekuatan hitam (Jokowi dan genk-nya) sangat kuat, terutama setelah Purbaya menolak membayar hutang Kereta Cepat…

Sebuah Kereta, Cepat Korupsinya

Oleh: Yusuf Blegur, Ketua Umum Relawan BroNies, Mantan Presidium GMNI. “Seperti pada kebanyakan proyek infrastruktur, apapun program dan pembangunan di republik ini, selalu membonceng perangai konspirasi, manipulasi dan korupsi. Ada…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini

Jika Purbaya Direshuffle, Prabowo Sudah Tidak Berguna Lagi

  • By eL Chan
  • November 1, 2025
  • 0
  • 360 views
Jika Purbaya Direshuffle, Prabowo Sudah Tidak Berguna Lagi

Sebuah Kereta, Cepat Korupsinya

  • By eL Chan
  • November 1, 2025
  • 0
  • 217 views
Sebuah Kereta, Cepat Korupsinya

Setahun Rezim Prabowo, Perbaikan atau Kerusakan Menahun?

  • By eL Chan
  • Oktober 24, 2025
  • 0
  • 260 views
Setahun Rezim Prabowo, Perbaikan atau Kerusakan Menahun?

Purbaya Berdaya, Menggempur Tipu Daya dan Politik Sandera

  • By eL Chan
  • Oktober 23, 2025
  • 0
  • 237 views
Purbaya Berdaya, Menggempur Tipu Daya dan Politik Sandera

Refleksi Kaum Pesantren yang Umumnya Buta Apa Itu Kapital, Bagaimana Kapital Dikumpulkan, Bagaimana Kapital Dioperasikan, dan Bagaimana Dampak Kapital dalam Mengeksploitasi Alam, Manusia dan Sejarah

Refleksi Kaum Pesantren yang Umumnya Buta Apa Itu Kapital, Bagaimana Kapital Dikumpulkan, Bagaimana Kapital Dioperasikan, dan Bagaimana Dampak Kapital dalam Mengeksploitasi Alam, Manusia dan Sejarah

Klasifikasi Kehidupan Sosial

Klasifikasi Kehidupan Sosial

Sampai Kapan Rakyat Kapok jadi Ternak Para Penguasa?

Sampai Kapan Rakyat Kapok jadi Ternak Para Penguasa?

Jokowi dan Skandal Ijazah Berjamaah

  • By eL Chan
  • Oktober 16, 2025
  • 0
  • 244 views
Jokowi dan Skandal Ijazah Berjamaah

Quo Vadis Jalur Gaza Setelah Todongan Perdamaian dari Trump untuk Hamas

Quo Vadis Jalur Gaza Setelah Todongan Perdamaian dari Trump untuk Hamas

Andaikan Aku Seorang Palestina-Jalur Gaza

Andaikan Aku Seorang Palestina-Jalur Gaza

Budaya Kita Musyawarah, Mengapa Pilpres Mesti One Man One Vote

Budaya Kita Musyawarah, Mengapa Pilpres Mesti One Man One Vote

Sistem MPR RI adalah Sistem Komunis?

Sistem MPR RI adalah Sistem Komunis?

Tidak Ada Istilah Kata Kita, Yang Ada Istilah Kami

Tidak Ada Istilah Kata Kita, Yang Ada Istilah Kami

Ganti Kapolri, Awal Reformasi Polri

  • By eL Chan
  • Oktober 9, 2025
  • 0
  • 398 views
Ganti Kapolri, Awal Reformasi Polri

Mau Kemana Reformasi Polri?

Mau Kemana Reformasi Polri?

Mayor Matnuin Hasibuan: Pendiri TKR Laut dan Pejuang Kemerdekaan di Bekasi yang Jarang Diketahui

Mayor Matnuin Hasibuan: Pendiri TKR Laut dan Pejuang Kemerdekaan di Bekasi yang Jarang Diketahui

Cara Perpikir Menkeu Baru Brilian Namun Perlu Keep Calm

Cara Perpikir Menkeu Baru Brilian Namun Perlu Keep Calm

UI, UGM, ITB: Tiga DNA Ekonomi Indonesia

UI, UGM, ITB: Tiga DNA Ekonomi Indonesia

Menakar Untung Rugi Sorbonne University Keluar dari Peringkat THE

Menakar Untung Rugi Sorbonne University Keluar dari Peringkat THE

Bahlil, Diserang Buzzer Jahat?

Bahlil, Diserang Buzzer Jahat?