Ahmad Sahroni Orang Pintar Sedunia

Oleh Yusuf Blegur, Mantan Presidium GMNI.

Orang pintar minum “Tolak Angin.”

Orang Pintar Sedunia minum darah rakyat. Ups, salah. Maaf, maksudnya minuman stamina kemanusiaan.

(Bekasi – Suluhrakyat.com) – Ahmad Sahroni sepertinya punya segalanya. Menyandang pendidikan tinggi. Kaya raya dan memiliki jabatan terhormat. Pengusaha dan politisi yang berproses dari bawah itu, bukan saja hanya bergelimang harta, ia juga menapaki karir yang cemerlang.

Dengan pengalaman segudang yang mengantar kesuksesannya dalam pendidikan, pekerjaan dan organisasi. Selayaknya menjadikan Ahmad Sahroni seorang yang memiliki level tertinggi pada jiwa kepemimpinan dan kemanusiaannya.

Sebagai anggota DPR RI yang dipilih dan sekaligus mewakili rakyat. Ahmad Sahroni dituntut menjadikan dirinya identik dengan rakyat, atau sebaliknya rakyat yang identik dengan dirinya. Sebagaimana hakekat pemimpin dan rakyat yang menyatu. Tak boleh ada disparitas yang menganga. Terlebih sampai membuat diferensiasi yang mencolok antara Ahmad Sahroni khususnya dan anggota legislatif yang lain pada umumnya, ketika bersanding dengan rakyat. Bukan malah bangga dengan materi dan gaya hidup hedon dan mengabaikan nilai-nilai.

Rekam jejak Ahmad Sahroni yang epik, sejatinya menjadi investasi menjanjikan yang bisa membawanya memasuki labirin kepemimpinan nasional ke depannya. Namun sayang, di tengah perjalanan Ahmad Sahroni mengalami lebih buruk dari sekedar “slip of the tounge” (terpeleset lidah), jika tak mau disebut arogan atau jumawa. Tak terkontrol, air liur narasinya menggarami luka rakyat yang sudah menahun mengidap maha derita dan sengsara.

Perih, bagai diiris-iris, dari kuasa kerongkongannya terlontar, “Hanya orang tolol sedunia yang ingin membubarkan DPR.” Ahmad Sahroni menghardik bahkan hanya untuk sekedar menghadapi kepolosan dan keluguan aspirasi rakyat. Ahmad Sahroni juga telah membuat diskriminasi dan intimidasi yang tajam terhadap kesetaraan dan keadilan antara dirinya dengan pemilik kedaulatan dan pemberi mandat kekuasaan yang sesungguhnya, yang bernama Rakyat Indonesia.

Akhirnya, semua mendapat pelajaran berharga, bahwasanya kepintaran, kekayaan dan popularitas tak cukup untuk membawa seseorang pada puncak kearifannya. Ahmad Sahroni yang hebat itu, tak terbantahkan memiliki kecerdasan intelektual. Namun sayangnya, ia menyiratkan masih miskin kecerdasan emosional, apalagi kecerdasan spiritual. Alih-Alih bersikap tawadhu, ia justru memamerkan keangkuhanan dan kesombongannya. Ahmad Sahroni terlalu fakir untuk sekedar memberi empati dan solidaritas sosial kepada rakyat korban kemiskinan struktural dan kejahatan konstitusional di republik ini.

Equivalen dengan tudingan orang tolol sedunia tatkala merespon kritik pembubaran DPR yang dilontarkannya. Ahmad Sahroni kini menghadapi banjir “kromosom” ketololan yang mengalir dari rahim entitas rakyat. Rakyat yang diklaim tolol sedunia itu, terus melahirkan janin pencerahan kepada Ahmad Sahroni orang pintar sedunia tersebut. Rakyat yang dianggap tolol sedunia itu tak pernah berhenti membentuk manusia-manusia dengan kesadaran kritis dan kesadaran makna dalam perjuangan hidupnya.

Termasuk saat ini yang ramai di jagad maya, perempuan muda pemilik nama Salsa Erwina Hutagalung, seorang diaspora yang bekerja di Denmark. Salsa berhasil membuat kebuntuan dialektika Ahmad Sahroni. Salsa telah menjadi satu dari sekian banyak representasi rakyat yang bisa memaksa Ahmad Sahroni belajar lagi tentang “thinking and rethinking” soal-soal konstitusi dan demokrasi.

Tentang kekuasaan, pemimpin dan rakyat, tema yang digeluti dan menjadi menu keseharian Ahmad Syahroni di DPR. Akankah ada diskursus rakyat dengan para legislator semacam Ahmad Sahroni orang pintar sedunia, yang bisa merumuskan dan membangun kesetaraan dan keadilan yang sebenar-benarnya, serta kepintaran dan kebodohan yang hakiki?

Ayo Bung Ahmad Sahroni, akui kesalahan dan mintalah maaf pada rakyat. Setidaknya itu akan membuat multitalent seperti Ahmad Sahroni menjadi orang pintar sedunia, minimal orang pintar setanah air. Aamiin…. [el]

Terkait

Jika Purbaya Direshuffle, Prabowo Sudah Tidak Berguna Lagi

Oleh: Sholihin MS, Pemerhati Sosial dan Politik. Tekanan politik kepada Prabowo untuk mereshufle Purbaya dari kekuatan hitam (Jokowi dan genk-nya) sangat kuat, terutama setelah Purbaya menolak membayar hutang Kereta Cepat…

Sebuah Kereta, Cepat Korupsinya

Oleh: Yusuf Blegur, Ketua Umum Relawan BroNies, Mantan Presidium GMNI. “Seperti pada kebanyakan proyek infrastruktur, apapun program dan pembangunan di republik ini, selalu membonceng perangai konspirasi, manipulasi dan korupsi. Ada…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini

Jika Purbaya Direshuffle, Prabowo Sudah Tidak Berguna Lagi

  • By eL Chan
  • November 1, 2025
  • 0
  • 360 views
Jika Purbaya Direshuffle, Prabowo Sudah Tidak Berguna Lagi

Sebuah Kereta, Cepat Korupsinya

  • By eL Chan
  • November 1, 2025
  • 0
  • 218 views
Sebuah Kereta, Cepat Korupsinya

Setahun Rezim Prabowo, Perbaikan atau Kerusakan Menahun?

  • By eL Chan
  • Oktober 24, 2025
  • 0
  • 260 views
Setahun Rezim Prabowo, Perbaikan atau Kerusakan Menahun?

Purbaya Berdaya, Menggempur Tipu Daya dan Politik Sandera

  • By eL Chan
  • Oktober 23, 2025
  • 0
  • 238 views
Purbaya Berdaya, Menggempur Tipu Daya dan Politik Sandera

Refleksi Kaum Pesantren yang Umumnya Buta Apa Itu Kapital, Bagaimana Kapital Dikumpulkan, Bagaimana Kapital Dioperasikan, dan Bagaimana Dampak Kapital dalam Mengeksploitasi Alam, Manusia dan Sejarah

Refleksi Kaum Pesantren yang Umumnya Buta Apa Itu Kapital, Bagaimana Kapital Dikumpulkan, Bagaimana Kapital Dioperasikan, dan Bagaimana Dampak Kapital dalam Mengeksploitasi Alam, Manusia dan Sejarah

Klasifikasi Kehidupan Sosial

Klasifikasi Kehidupan Sosial

Sampai Kapan Rakyat Kapok jadi Ternak Para Penguasa?

Sampai Kapan Rakyat Kapok jadi Ternak Para Penguasa?

Jokowi dan Skandal Ijazah Berjamaah

  • By eL Chan
  • Oktober 16, 2025
  • 0
  • 244 views
Jokowi dan Skandal Ijazah Berjamaah

Quo Vadis Jalur Gaza Setelah Todongan Perdamaian dari Trump untuk Hamas

Quo Vadis Jalur Gaza Setelah Todongan Perdamaian dari Trump untuk Hamas

Andaikan Aku Seorang Palestina-Jalur Gaza

Andaikan Aku Seorang Palestina-Jalur Gaza

Budaya Kita Musyawarah, Mengapa Pilpres Mesti One Man One Vote

Budaya Kita Musyawarah, Mengapa Pilpres Mesti One Man One Vote

Sistem MPR RI adalah Sistem Komunis?

Sistem MPR RI adalah Sistem Komunis?

Tidak Ada Istilah Kata Kita, Yang Ada Istilah Kami

Tidak Ada Istilah Kata Kita, Yang Ada Istilah Kami

Ganti Kapolri, Awal Reformasi Polri

  • By eL Chan
  • Oktober 9, 2025
  • 0
  • 399 views
Ganti Kapolri, Awal Reformasi Polri

Mau Kemana Reformasi Polri?

Mau Kemana Reformasi Polri?

Mayor Matnuin Hasibuan: Pendiri TKR Laut dan Pejuang Kemerdekaan di Bekasi yang Jarang Diketahui

Mayor Matnuin Hasibuan: Pendiri TKR Laut dan Pejuang Kemerdekaan di Bekasi yang Jarang Diketahui

Cara Perpikir Menkeu Baru Brilian Namun Perlu Keep Calm

Cara Perpikir Menkeu Baru Brilian Namun Perlu Keep Calm

UI, UGM, ITB: Tiga DNA Ekonomi Indonesia

UI, UGM, ITB: Tiga DNA Ekonomi Indonesia

Menakar Untung Rugi Sorbonne University Keluar dari Peringkat THE

Menakar Untung Rugi Sorbonne University Keluar dari Peringkat THE

Bahlil, Diserang Buzzer Jahat?

Bahlil, Diserang Buzzer Jahat?