Mataram (Suluhrakyat.com) – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Mataram menegaskan komitmennya dalam melawan derasnya arus informasi palsu (hoax) terkait isu penembakan misterius yang beredar di berbagai platform digital sekaligus mengajak mengajak masyarakat berpikir kritis berbagai informasi yang berpotensi hoax. Isu yang tidak terverifikasi ini dinilai berpotensi memicu keresahan sosial dan merusak kepercayaan publik terhadap kebenaran informasi.
Melalui gerakan yang mereka sebut “Jihad Algoritma”, HMI mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk lebih kritis dalam menyaring informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi yang tidak memiliki dasar fakta.
“Kami memahami bagaimana algoritma media sosial sering kali mempercepat penyebaran kabar bohong. Karena itu, jihad kami hari ini bukan dengan senjata, melainkan dengan literasi digital, penguatan algoritma kebenaran, dan sikap kritis atas setiap isu yang beredar,” kata Ketua Umum HMI Cabang Mataram, Sudirman, dalam keterangannya, Sabtu (6/9/2025).
“HMI menilai, hoax penembakan misterius yang beredar tanpa bukti nyata hanyalah rekayasa informasi yang bertujuan mengganggu stabilitas sosial-politik,” lanjut Sudirman.
Sudirman menambahkan, menolak segala bentuk Hoax tentang isu penembakan misterius yang tidak memiliki dasar fakta dan data yang jelas
“Mengajak seluruh masyarakat untuk lebih kritis, selektif, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi,” ungkap Sudirman.
Berkomitmen menjadi garda terdepan dalam melawan hoax dengan menyebarkan informasi yang benar, edukatif, dan menenangkan masyarakat.
Sudirman menegaskan bahwa Hoax adalah musuh bersama yang harus dilawan demi menjaga keutuhan bangsa, keamanan rakyat, dan martabat demokrasi di daerah.
HMI juga menegaskan bahwa jihad algoritma ini adalah bentuk perlawanan moral dan intelektual terhadap segala bentuk manipulasi informasi. Menurut mereka, generasi muda hari ini harus tampil sebagai garda terdepan melawan hoaks agar kebenaran tetap menjadi fondasi demokrasi.
“Dengan spirit jihad algoritma, HMI berharap masyarakat lebih bijak dan selektif dalam mengonsumsi informasi, serta tidak terjebak dalam jebakan provokasi yang diciptakan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab,” tutupnya.
















