Mataram (Suluhrakyat.com) – Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program prioritas pemerintah Presiden Prabowo Subianto. Program ini menjadi salah satu dari delapan misi Asta Cita, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Anak-anak Sekolah, Balita, Ibu Hamil dan Ibu Menyusui menjadi kelompok sasaran utama dalam program tersebut.
Menurut Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Handayani, jumlah penerima manfaat program MBG telah mencapai 4,4 Juta orang per Mei 2025.
Alih-alih memperbaiki gizi, MBG justru menjadi makanan beracun bagi anak-anak. Hal ini tentu akan menjadi masalah dalam pelaksanaan program tersebut, tercatat terdapat 51 kasus keracunan MBG. Tentu ini menuai respon banyak pihak yang dihebohkan pada kasus tersebut.
Kejadian ini menjadi isu yang sangat hangat dikalangan masyarakat terkait penyebab keracunan anak-anak dalam mengonsumsi MBG.
“Pelaksanaan program MBG perlu di evaluasi total mulai dari hulu hingga ke hilir, mengingat lonjakan kasus keracunan akibat mengonsumsi MBG tiap hari makin meningkat,” ujar Moch. Amirullah, Sekretaris HMI MPO Cabang Mataram, Jumat (03/10).
Disamping itu pula, banyak orang tua yang mengkhawatirkan kesehatan anak-anaknya dalam mengonsumsi MBG.
“Dengan melonjaknya kasus keracunan MBG banyak masyarakat terutama orang tua khawatir terhadap kesehatan anak-anaknya, ketakutannya masalah ini justru akan menjadi bom waktu bagi pemerintahan yang sekarang, jika tidak segera ditangani, mengingat program ini merupakan program prioritas pemerintahan yang sekarang atau bila perlu diberhentikan sementara sehingga mengembalikan optimisme masyarakat,” tutup Amirullah.
















