Menyoal Integritas Dakwaan Kasus Kredit Sritex: Antara Prosedur dan Asumsi

Oleh: Siti Yayuningsih, Istri Mantan Direktur Bank DKI, Babay Parid Wazdi.

(Suluhrakyat.com, Jakarta) – Hukum seharusnya menjadi instrumen untuk mencari kebenaran materiil yang berpijak pada fakta-fakta yang solid. Namun, setelah menerima dan membaca secara saksama 68 halaman berkas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap suami saya, Babay Parid Wazdi (BFW), dengan No. Reg. Perkara PDS-16/SRKTA/Ft.1/11/2025, muncul tanda tanya besar mengenai integritas penegakan hukum dalam kasus ini.

Dakwaan yang telah dibacakan di depan majelis hakim pada Selasa, 23 Desember 2025 tersebut, hemat saya, menunjukkan banyak kelemahan, kekurangtelitian, serta ketidaksinkronan yang nyata. JPU tampak lebih mengedepankan asumsi daripada usaha keras dalam menggali fakta yang sesungguhnya.

Kontradiksi Dasar Hukum dan Fakta Lapangan

Hal yang paling mengusik logika hukum adalah adanya indikasi abuse of power dalam dakwaan tersebut. JPU mencantumkan Pedoman Perusahaan Bank DKI dan POJK No. 42 sebagai rujukan dasar hukum, namun isi dakwaan itu sendiri justru kontradiktif dengan aturan yang dirujuk.

Hampir keseluruhan alat bukti yang dipaparkan dalam puluhan halaman tersebut hanyalah penjelasan mengenai prosedur pemberian kredit. Artinya, seluruh alur analisis dan keputusan akhir yang telah ditempuh secara formal oleh seluruh tim, divisi, dan grup yang terlibat, justru dijadikan “senjata” untuk menyalahkan pemberian kredit tersebut. Ini memunculkan pertanyaan mendasar: Apakah JPU sedang merangkum proses alur kredit yang sudah benar secara prosedur, ataukah benar-benar mencari alat bukti pelanggaran hukum?

Gagalnya Pembuktian Unsur Rekayasa

Terdapat dua poin krusial yang gagal dibuktikan oleh JPU dalam dakwaan setebal 68 halaman tersebut: Pertama, Ketidakjelasan Tindak Pidana. Jika sebagian besar dakwaan menjelaskan alur proses kredit yang sudah sesuai dengan pedoman perusahaan dan POJK No. 42, lantas di mana letak tindak pidana yang dilakukan oleh BFW.

Kedua, Ketiadaan Interaksi dengan Pihak Sritex. JPU menuduh adanya rekayasa kredit bersama direksi Sritex. Namun, tidak ada satu kalimat pun dalam berkas tersebut yang mampu menjelaskan tindakan nyata rekayasa itu.

Fakta yang seolah terabaikan adalah bahwa suami saya sama sekali tidak mengenal seluruh jajaran direksi Sritex saat kredit disetujui. Tidak pernah ada komunikasi melalui alat apa pun, apalagi pertemuan fisik. Bagaimana mungkin sebuah rekayasa dilakukan tanpa adanya komunikasi?

Empat Bulan Tanpa Bukti

Suami saya telah menjalani masa pemeriksaan di Rutan Salemba, Jakarta, selama lebih dari empat bulan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa JPU gagal membuktikan adanya komunikasi antara BFW dengan direksi Sritex untuk merekayasa kredit. Waktu empat bulan ternyata belum cukup bagi JPU untuk menemukan satu kalimat pun hasil pemeriksaan yang menguatkan tuduhan rekayasa tersebut.

Bagi keluarga kami, ini adalah peristiwa yang sangat pahit. Kami berharap melalui proses hukum yang adil, fakta yang sesungguhnya dapat terungkap secara jernih. Keadilan tidak boleh dikorbankan demi narasi yang dipaksakan. [el]

Terkait

Ajukan Eksepsi, Babay Bantah Terlibat Rekayasa Kredit Sritex

(Suluhrakyat.com-Jakarta) – Mantan Direktur Kredit UMK dan Usaha Syariah PT Bank DKI, Babay Parid Wazdi, membantah keterlibatannya dalam rekayasa data maupun manipulasi laporan keuangan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).…

Gerakan Lintas Aliansi Minta Adili Jokowi

Jakarta (Suluhrakyat.com) – Jokowi diyakini telah terindikasi membuat kebijakan, peraturan, pembentukan undang-undang dan pelaksanaan sejumlah proyek APBN secara otoriter, anti musyawarah, anti demokrasi, sarat KKN dan pendekatan politik sprindik terhadap…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini

Jika Purbaya Direshuffle, Prabowo Sudah Tidak Berguna Lagi

  • By eL Chan
  • November 1, 2025
  • 0
  • 360 views
Jika Purbaya Direshuffle, Prabowo Sudah Tidak Berguna Lagi

Sebuah Kereta, Cepat Korupsinya

  • By eL Chan
  • November 1, 2025
  • 0
  • 218 views
Sebuah Kereta, Cepat Korupsinya

Setahun Rezim Prabowo, Perbaikan atau Kerusakan Menahun?

  • By eL Chan
  • Oktober 24, 2025
  • 0
  • 260 views
Setahun Rezim Prabowo, Perbaikan atau Kerusakan Menahun?

Purbaya Berdaya, Menggempur Tipu Daya dan Politik Sandera

  • By eL Chan
  • Oktober 23, 2025
  • 0
  • 238 views
Purbaya Berdaya, Menggempur Tipu Daya dan Politik Sandera

Refleksi Kaum Pesantren yang Umumnya Buta Apa Itu Kapital, Bagaimana Kapital Dikumpulkan, Bagaimana Kapital Dioperasikan, dan Bagaimana Dampak Kapital dalam Mengeksploitasi Alam, Manusia dan Sejarah

Refleksi Kaum Pesantren yang Umumnya Buta Apa Itu Kapital, Bagaimana Kapital Dikumpulkan, Bagaimana Kapital Dioperasikan, dan Bagaimana Dampak Kapital dalam Mengeksploitasi Alam, Manusia dan Sejarah

Klasifikasi Kehidupan Sosial

Klasifikasi Kehidupan Sosial

Sampai Kapan Rakyat Kapok jadi Ternak Para Penguasa?

Sampai Kapan Rakyat Kapok jadi Ternak Para Penguasa?

Jokowi dan Skandal Ijazah Berjamaah

  • By eL Chan
  • Oktober 16, 2025
  • 0
  • 244 views
Jokowi dan Skandal Ijazah Berjamaah

Quo Vadis Jalur Gaza Setelah Todongan Perdamaian dari Trump untuk Hamas

Quo Vadis Jalur Gaza Setelah Todongan Perdamaian dari Trump untuk Hamas

Andaikan Aku Seorang Palestina-Jalur Gaza

Andaikan Aku Seorang Palestina-Jalur Gaza

Budaya Kita Musyawarah, Mengapa Pilpres Mesti One Man One Vote

Budaya Kita Musyawarah, Mengapa Pilpres Mesti One Man One Vote

Sistem MPR RI adalah Sistem Komunis?

Sistem MPR RI adalah Sistem Komunis?

Tidak Ada Istilah Kata Kita, Yang Ada Istilah Kami

Tidak Ada Istilah Kata Kita, Yang Ada Istilah Kami

Ganti Kapolri, Awal Reformasi Polri

  • By eL Chan
  • Oktober 9, 2025
  • 0
  • 399 views
Ganti Kapolri, Awal Reformasi Polri

Mau Kemana Reformasi Polri?

Mau Kemana Reformasi Polri?

Mayor Matnuin Hasibuan: Pendiri TKR Laut dan Pejuang Kemerdekaan di Bekasi yang Jarang Diketahui

Mayor Matnuin Hasibuan: Pendiri TKR Laut dan Pejuang Kemerdekaan di Bekasi yang Jarang Diketahui

Cara Perpikir Menkeu Baru Brilian Namun Perlu Keep Calm

Cara Perpikir Menkeu Baru Brilian Namun Perlu Keep Calm

UI, UGM, ITB: Tiga DNA Ekonomi Indonesia

UI, UGM, ITB: Tiga DNA Ekonomi Indonesia

Menakar Untung Rugi Sorbonne University Keluar dari Peringkat THE

Menakar Untung Rugi Sorbonne University Keluar dari Peringkat THE

Bahlil, Diserang Buzzer Jahat?

Bahlil, Diserang Buzzer Jahat?