Prabowo Targetkan Swasembada Pangan

Jakarta (Suluhrakyat.com) – Presiden Prabowo Subianto menargetkan mewujudkan swasembada pangan di Indonesia setelah pemerintahan yang dipimpinnya itu berhasil mencapai swasembada beras dalam waktu kurang dari setahun pada periode tahun pertama pemerintahannya bekerja.

Di hadapan para ekonom, praktisi, dan investor, Presiden Prabowo menyatakan cadangan beras nasional yang disimpan di gudang-gudang Bulog saat ini mencapai 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah bangsa.

“Kita akan buktikan bahwa pertumbuhan ekonomi kita riil, nyata, dan akan di atas sasaran yang kita tetapkan. Kita juga buktikan bahwa kita sekarang sudah swasembada beras. Kita menuju swasembada pangan,” kata Presiden Prabowo dalam acara Indonesia Economy Outlook (IEO) 2026 di Jakarta, Jumat.

“Sekarang, cadangan beras di Bulog (per) bulan Juli 2025 adalah 4,2 juta ton, (yang mana) tertinggi sepanjang sejarah bangsa kita, dan sampai sekarang pun cadangan yang sudah ada masih sangat tinggi,” sambung Presiden.

Oleh karena itu, Prabowo menegaskan program-program ketahanan pangan dan swasembada pangan, terutama untuk komoditas seperti jagung dan sumber karbohidrat lainnya akan terus berjalan.

Tidak hanya itu, Presiden juga menghendaki pemerintahannya dapat mewujudkan swasembada protein sehingga saat ini pembangunan desa-desa nelayan dan pengadaan kapal-kapal tangkap ikan pun menjadi prioritas pemerintah.

“Desa nelayan tahun 2026 ini akan mencapai 1.000 desa. Tiap desa nelayan terdiri dari sekian ratus, ada yang 300, 500, ada yang sampai 2.000 nelayan, yang selama Republik Indonesia berdiri belum pernah disentuh oleh pemerintah Republik Indonesia. Nelayan-nelayan kita belum pernah dapat perhatian. Mereka kadang-kadang belum, tidak bisa punya es, tidak ada pabrik es di desa mereka,” kata Prabowo Subianto.

Es merupakan komoditas penting untuk nelayan, karena es dapat menjaga kesegaran ikan setelah ditangkap dari laut. Ikan yang masih dalam keadaan segar memiliki harga yang jauh lebih tinggi.

Tidak hanya menyoroti tidak adanya pabrik es dan cold storage di desa-desa pesisir nelayan, Prabowo kemudian juga menyebut banyak nelayan yang masih membeli solar dengan harga tinggi. Padahal, kapal-kapal dan perahu-perahu yang mereka gunakan untuk melaut menggunakan solar sebagai bahan bakar utamanya.

“Ini kita ubah. Kita (targetkan) totalnya dalam 4 tahun mendatang, kita akan membangun 5.000 desa nelayan. Tiap desa nelayan kita akan bangun pabrik es, kita akan bikin cold storage, kita akan bikin dermaga, kita akan bagikan kapal-kapal, kita akan siapkan kendaraan. Ini semua bukan handout, ini bukan kita bagi-bagi, ini kita organisir dalam koperasi. Semua pengeluaran mereka akan bayar kembali ke bank-bank dan ke pemerintah,” ujar Presiden.

Presiden melanjutkan ke depan pemerintah akan membebaskan dan mempermudah desa-desa, yang memang mampu, untuk langsung mengekspor hasil laut dan buminya ke luar negeri.

“Dia bisa ekspor langsung. Kita akan buka pelabuhan-pelabuhan, lapangan-lapangan terbang boleh ekspor langsung. Kita akan permudah regulasi supaya mereka bisa menumbuhkan kegiatan ekonomi yang mendasar, dan mereka akan menghasilkan protein dalam kondisi yang tidak terlalu mahal untuk seluruh rakyat Indonesia,” kata Prabowo.

Sejauh ini, Presiden menyebut hampir 100 desa nelayan telah berdiri, dan targetnya pada akhir tahun 2026 ada 1.000 desa nelayan yang berhasil dibangun oleh pemerintah. “Selanjutnya, total sampai 2029 target kita adalah 5.000 desa nelayan. Yang nanti mereka akan kembalikan investasi itu, tetapi kita kasih kelonggaran mengembalikannya supaya tidak terlalu berat untuk mereka,” sambung Presiden.

[Antara]

Terkait

Perangkap Fiskal Indonesia: Empat Pilar Krisis yang Akan Datang

Oleh: Dipo Satria Ramli, Ekonom dan Profesional di dunia investasi, teknologi, startup, dan perubahan iklim. Narasi resmi tentang rasio utang dan defisit terdengar meyakinkan – tetapi kenyataannya penerimaan negara menyusut,… Baca selengkapnya ->

BEM Nusantara NTB Kecam Tindakan Represif Polisi Terhadap Kader HMI

Mataram (Suluh Rakyat) – Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelemat Organisasi (HMI MPO) Cabang Mataram menuntut keadilan untuk petani jagung di depan gedung DPRD NTB pada Jum’at… Baca selengkapnya ->

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini

Jika Purbaya Direshuffle, Prabowo Sudah Tidak Berguna Lagi

  • By eL Chan
  • November 1, 2025
  • 0
  • 378 views
Jika Purbaya Direshuffle, Prabowo Sudah Tidak Berguna Lagi

Sebuah Kereta, Cepat Korupsinya

  • By eL Chan
  • November 1, 2025
  • 0
  • 230 views
Sebuah Kereta, Cepat Korupsinya

Setahun Rezim Prabowo, Perbaikan atau Kerusakan Menahun?

  • By eL Chan
  • Oktober 24, 2025
  • 0
  • 270 views
Setahun Rezim Prabowo, Perbaikan atau Kerusakan Menahun?

Purbaya Berdaya, Menggempur Tipu Daya dan Politik Sandera

  • By eL Chan
  • Oktober 23, 2025
  • 0
  • 250 views
Purbaya Berdaya, Menggempur Tipu Daya dan Politik Sandera

Refleksi Kaum Pesantren yang Umumnya Buta Apa Itu Kapital, Bagaimana Kapital Dikumpulkan, Bagaimana Kapital Dioperasikan, dan Bagaimana Dampak Kapital dalam Mengeksploitasi Alam, Manusia dan Sejarah

Refleksi Kaum Pesantren yang Umumnya Buta Apa Itu Kapital, Bagaimana Kapital Dikumpulkan, Bagaimana Kapital Dioperasikan, dan Bagaimana Dampak Kapital dalam Mengeksploitasi Alam, Manusia dan Sejarah

Klasifikasi Kehidupan Sosial

Klasifikasi Kehidupan Sosial

Sampai Kapan Rakyat Kapok jadi Ternak Para Penguasa?

Sampai Kapan Rakyat Kapok jadi Ternak Para Penguasa?

Jokowi dan Skandal Ijazah Berjamaah

  • By eL Chan
  • Oktober 16, 2025
  • 0
  • 257 views
Jokowi dan Skandal Ijazah Berjamaah

Quo Vadis Jalur Gaza Setelah Todongan Perdamaian dari Trump untuk Hamas

Quo Vadis Jalur Gaza Setelah Todongan Perdamaian dari Trump untuk Hamas

Andaikan Aku Seorang Palestina-Jalur Gaza

Andaikan Aku Seorang Palestina-Jalur Gaza

Budaya Kita Musyawarah, Mengapa Pilpres Mesti One Man One Vote

Budaya Kita Musyawarah, Mengapa Pilpres Mesti One Man One Vote

Sistem MPR RI adalah Sistem Komunis?

Sistem MPR RI adalah Sistem Komunis?

Tidak Ada Istilah Kata Kita, Yang Ada Istilah Kami

Tidak Ada Istilah Kata Kita, Yang Ada Istilah Kami

Ganti Kapolri, Awal Reformasi Polri

  • By eL Chan
  • Oktober 9, 2025
  • 0
  • 417 views
Ganti Kapolri, Awal Reformasi Polri

Mau Kemana Reformasi Polri?

Mau Kemana Reformasi Polri?

Mayor Matnuin Hasibuan: Pendiri TKR Laut dan Pejuang Kemerdekaan di Bekasi yang Jarang Diketahui

Mayor Matnuin Hasibuan: Pendiri TKR Laut dan Pejuang Kemerdekaan di Bekasi yang Jarang Diketahui

Cara Perpikir Menkeu Baru Brilian Namun Perlu Keep Calm

Cara Perpikir Menkeu Baru Brilian Namun Perlu Keep Calm

UI, UGM, ITB: Tiga DNA Ekonomi Indonesia

UI, UGM, ITB: Tiga DNA Ekonomi Indonesia

Menakar Untung Rugi Sorbonne University Keluar dari Peringkat THE

Menakar Untung Rugi Sorbonne University Keluar dari Peringkat THE

Bahlil, Diserang Buzzer Jahat?

Bahlil, Diserang Buzzer Jahat?