SULUHRAKYAT.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 Posko 103 Desa Karangrowo, Kabupaten Demak, mendorong digitalisasi UMKM melalui sosialisasi dan pendampingan pendaftaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Program yang berlangsung pada 27 Juli hingga 29 Agustus 2026 tersebut menyasar 10 pelaku UMKM di Desa Karangrowo. Pendampingan dilakukan secara door to door, sehingga mahasiswa dapat berinteraksi langsung sekaligus menyesuaikan materi dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Kegiatan diawali dengan survei dan observasi untuk mengetahui kondisi usaha serta tingkat pemahaman pelaku UMKM terhadap pembayaran digital. Mahasiswa kemudian memberikan edukasi mengenai manfaat QRIS, persyaratan pendaftaran hingga cara penggunaannya dalam transaksi.
Dari 10 UMKM yang dikunjungi, dua pelaku usaha melanjutkan ke tahap pendampingan dan berhasil menyelesaikan proses pendaftaran QRIS.
Salah satunya adalah pemilik De Licious Tea, yang mengaku terbantu dengan pendampingan tersebut. Selama ini, pelanggan kerap menanyakan ketersediaan pembayaran menggunakan QRIS, sementara dirinya belum mengetahui prosedur pendaftarannya.
“Saya merasa terbantu karena selama ini sering mendapat pertanyaan, ‘Bisa QRIS tidak?’ Namun, saya tidak paham bagaimana caranya. Dengan didampingi pendaftaran akun QRIS ini saya merasa sangat terbantu,” ujarnya.
Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif KKN MIT ke-22 Posko 103, Itsna Karima, mengatakan pendekatan door to door dipilih agar mahasiswa dapat memahami kebutuhan masing-masing pelaku usaha secara lebih langsung.
“Program digitalisasi QRIS ini kami laksanakan melalui tahapan survei, observasi, sosialisasi hingga pendampingan secara langsung kepada setiap pelaku UMKM. Dengan pendekatan door to door, kami dapat menyesuaikan pendampingan sesuai kondisi masing-masing usaha,” terangnya.
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak UMKM di Desa Karangrowo memanfaatkan QRIS sebagai metode pembayaran, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing usaha di tengah perkembangan ekonomi digital.
Melalui program ini, mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 103 berharap penggunaan pembayaran digital di Desa Karangrowo terus berkembang. QRIS dinilai bukan hanya mempermudah transaksi antara pelaku usaha dan konsumen, tetapi juga menjadi salah satu pintu masuk transformasi digital UMKM di tingkat desa.
Penulis: Tim Humas KKN Posko 103

























