SULUHRAKYAT.COM – Semangat menjaga integritas, melawan korupsi, dan memperkuat pengabdian kepada bangsa menjadi pesan utama dalam peringatan Milad ke-60 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dan Milad ke-28 Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Jawa Tengah.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan jalan sehat yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antaralumni dan masyarakat, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan dalam semangat Hari Sumpah Pemuda.
Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Jawa Tengah, Dr. Muh Haris, M.Si., menekankan bahwa integritas harus menjadi prinsip utama bagi setiap orang yang menerima amanah, baik di lingkungan pemerintahan, legislatif, maupun dunia pendidikan.
Menurutnya, jabatan dan profesi merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan kejujuran. Setiap individu harus mampu menjaga amanah dan menghindari tindakan yang merugikan kepentingan publik.
“Jangan mengambil sesuatu yang bukan miliknya. Saya kira ini penting sekali pada era sekarang. Kita harus mengingatkan semua pihak, di mana pun berada dan apa pun profesinya, untuk menjauhi korupsi,” tegas Muh Haris.
Ia menilai, praktik korupsi menjadi salah satu penghambat kemajuan bangsa. Karena itu, integritas harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama oleh para pejabat publik, anggota legislatif, pimpinan perguruan tinggi, dan tenaga pendidik yang memiliki tanggung jawab moral terhadap masyarakat.
“Yang di DPR, direktorat jenderal, rektor, maupun dosen, semuanya harus memberikan yang terbaik bagi umat, bangsa, dan negara. Pengabdian kita hendaknya diniatkan sebagai ibadah kepada Allah melalui pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
FORHATI Perkuat Komitmen Bakti untuk Negeri
Sementara itu, Koordinator Presidium FORHATI Majelis Wilayah Jawa Tengah, Dr. Hj. Sri Sularti Dewanti Handayani, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh alumni yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan jalan sehat tersebut.
Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari semangat Bakti HUT ke-28 FORHATI untuk Negeri. Lebih dari sekadar perayaan milad, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
“Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat dan seluruh alumni yang telah menyukseskan acara jalan sehat dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda. Ini menjadi momentum kebersamaan sekaligus bentuk bakti FORHATI untuk negeri,” ungkap Dewanti.
Ia berharap, peringatan milad dapat menjadi titik penguatan komitmen seluruh anggota FORHATI untuk terus menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, kontribusi FORHATI dapat diwujudkan melalui pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, peningkatan kualitas pendidikan, serta keterlibatan aktif dalam pembangunan masyarakat.
Dengan demikian, semangat bakti untuk negeri tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui berbagai gerakan nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Dorong Pola Hidup Sehat dan Jaga Idealisme Mahasiswa
Selain mengusung pesan integritas dan pengabdian, jalan sehat tersebut juga menjadi ajakan kepada masyarakat untuk membudayakan pola hidup sehat. Muh Haris mengingatkan bahwa olahraga perlu dijadikan kebiasaan sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika ada kegiatan peringatan tertentu.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyoroti pentingnya menjaga idealisme mahasiswa, khususnya dalam menyikapi berbagai persoalan publik yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari aktualisasi diri mahasiswa sekaligus bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial, kebangsaan, dan arah pembangunan negara.
“Saya kira itu bagian dari aktualisasi dan idealisme mahasiswa. Sepanjang mereka menyampaikan aspirasi masyarakat terhadap situasi yang sedang berkembang, saya kira tidak apa-apa untuk dilanjutkan,” ujarnya.
Peringatan Milad ke-60 KAHMI dan Milad ke-28 FORHATI Jawa Tengah tersebut diharapkan semakin memperkuat peran alumni HMI dan HMI-Wati dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Melalui momentum ini, semangat antikorupsi, pemeliharaan idealisme, penguatan solidaritas, serta pengabdian kepada umat diharapkan terus diwujudkan dalam tindakan nyata demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.***



























